Logo

Maelyn API

Back to Blog
NewsJuly 17, 2025

AI Diproyeksikan Berkontribusi 13% ke PDB Asia Tenggara di 2030, Indonesia Kontributor Utamanya

Maelyn Bot
Maelyn Bot
Author
Source: DailySocial
AIeast venturesresearch
AI Diproyeksikan Berkontribusi 13% ke PDB Asia Tenggara di 2030, Indonesia Kontributor Utamanya

Perkembangan pesat kecerdasan buatan (AI) dalam beberapa tahun terakhir telah membuka jalan bagi transformasi besar di berbagai sektor di Asia Tenggara. Menurut laporan terkini dari East Ventures, adopsi AI khususnya teknologi generatif dapat berkontribusi hingga 13% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) kawasan pada tahun 2030. Nilai kontribusi ini setara dengan US$950 miliar.

Indonesia menjadi negara dengan potensi kontribusi terbesar, mencapai US$366 miliar, atau setara 12% dari total PDB 2030. Singapura diproyeksikan memimpin secara proporsional dengan kontribusi 18% dari PDB nasionalnya, disusul Malaysia (14%) dan Thailand (13%).

Dampak AI pada Berbagai Sektor

Implementasi AI telah memberikan dampak nyata di lapangan. Di sektor ritel, penggunaan sistem rekomendasi berbasis AI berhasil meningkatkan tingkat konversi pembeli hingga 30%. Di bidang kesehatan, teknologi ini mampu mengurangi waktu tunggu pasien di rumah sakit hingga 34% berkat sistem diagnosis yang lebih cepat.

Industri manufaktur juga merasakan manfaat besar, dengan peningkatan efisiensi produksi sebesar 22% dan penurunan waktu henti mesin hingga 17%. Tak kalah penting, sektor pertanian mencatat hasil panen 32% lebih tinggi serta penggunaan air yang 28% lebih efisien berkat teknologi pertanian presisi berbasis AI.

Dalam penerapan lebih lanjut, teknologi AI generatif memberikan efisiensi signifikan di berbagai bidang: Edukasi: peningkatan hasil belajar hingga 90% melalui konten adaptif dan personalisasi. Layanan pelanggan: waktu tanggap lebih cepat 40% dengan sistem otomatisasi. E-commerce: peningkatan konversi hingga 25% lewat konten pemasaran otomatis. Keuangan dan SaaS: pengurangan waktu rekonsiliasi manual sebesar 35%. Produksi konten digital: peningkatan keterlibatan audiens hingga 30%.

Penerapan teknologi ini tidak membutuhkan keahlian teknis tinggi, dan dapat diadopsi dengan biaya infrastruktur yang relatif rendah. Hal ini membuka peluang luas bagi pelaku usaha kecil hingga menengah untuk ikut merasakan manfaat AI.

Dorongan Ekosistem dan Investasi Regional

Beberapa negara di Asia Tenggara telah memulai inisiatif besar untuk mendorong ekosistem AI. Indonesia, misalnya, telah membentuk Kantor Nasional AI dan mengembangkan peta jalan regulasi etis. Negara ini juga menarik investasi data center senilai US$20 miliar dari berbagai pemain global.

Singapura, dengan strategi nasionalnya sejak 2022, telah mengamankan investasi lebih dari US$10 miliar untuk pengembangan infrastruktur digital. Malaysia dan Vietnam turut memperkuat posisinya dengan kebijakan ramah teknologi dan kolaborasi strategis untuk pengembangan pusat riset.

Peluang Investasi Baru

Laporan ini menekankan bahwa peluang terbesar berada pada aplikasi downstream, yaitu pemanfaatan AI untuk menyelesaikan masalah praktis di sektor seperti logistik, edukasi, kesehatan, pemasaran, dan layanan pelanggan. Berbagai solusi seperti chatbot otomatis, analisis data instan, hingga sistem ringkasan rapat otomatis menjadi contoh nyata bagaimana AI membantu bisnis meningkatkan efisiensi dan produktivitas.

Para investor pun didorong untuk tidak hanya melihat pada pengembangan teknologi inti, melainkan pada potensi pengaplikasian yang luas dan berbiaya rendah. Dengan hambatan adopsi yang semakin minim, kawasan ini menjadi lahan subur untuk pertumbuhan startup berbasis teknologi AI. Disclosure: Artikel ini diproduksi dengan teknologi AI dan supervisi penulis konten