**Jakarta, ** Tahukah Gizmo friends bila pekan kemarin telah diperingati sebagai Hari Game Indonesia? Ya, bertepatan pada 8 Agustus, Apple App Store turut merayakannya dengan menyoroti salah satu studio game lokal ternama. Namun tidak hanya itu, juga soroti salah satu musisi kenamaan Indonesia lewat kampanye lainnya “Here’s to the Dreamers.”
Bila Gizmo friends mengakses baik App Store maupun Apple Music dan Apple TV+, akan menemukan kampanye Here’s to the Dreamers yang sudah hadir untuk edisi ketiga. Tahun ini, dari sejumlah talenta kreatif yang dipilih di Asia Tenggara, ada Baskara Putra atau yang lebih dikenal sebagai Hindia, menjadi musisi yang disorot atas sejumlah karya populernya. Sementara itu, untuk merayakan Hari Game Indonesia, Apple menampilkan jajaran game dari Toge Productions yang semuanya membawa elemen atau terinspirasi dari Tanah Air.
Kris Antoni, pendiri Toge Productions mengatakan bila Hari Game Indonesia (HARGAI) menjadi momen yang tepat untuk merayakan karya para developer lokal, serta hadirnya budaya Indonesia dalam game. HARGAI sendiri pertama kali diresmikan oleh Kemendag RI sejak Juli lalu, juga berkolaborasi dengan Kementerian Kominfo dan Kemenparekraf untuk mengkurasi sejumlah gim lokal dari beberapa pengembang yang layak untuk mendapatkan perhatian lebih.
_ Cara Dapat Akses Apple Music Gratis 6 Bulan, Perhatikan Syaratnya!_
Tiga Game Toge Productions Dapat Sorotan Khusus di App Store
Dalam merayakan Hari Game Indonesia, Apple soroti sejumlah game rilisan Toge Productions yang mengangkat kearifan lokal. “A Space for the Unbound”, sebuah game petualangan side-scrolling bertema coming-of-age, menyentuh isu kecemasan, hubungan, dan remaja dengan kekuatan supernatural. Membawa latar kota fiktif dalam sebuah pedesaan di Indonesia era akhir ’90-an, ada beberapa sentuhan lokal seperti musik keroncong sampai visual seperti gerobak cimol dan kucing kampung.
Game tersebut mengangkat tema yang cukup berat, seperti depresi, kekerasan dalam rumah tangga, hingga trauma emosional dengan empati mendalam. Dimas Novian Delfiano, Director di Toge Productions mengatakan, “mungkin game kami bisa menjadi teman bagi mereka yang sedang berada di terowongan gelap.” Dalam merancang game ini, mereka pun turut berkonsultasi dengan profesional untuk kesehatan mental.
Game lainnya dari Toge Productions yang membawa latar Indonesia termasuk “When the Past Was Around” sebagai game puzzle tanpa dialog dengan pembahasan terkait cinta dan kehilangan, membawa layar tempat yang terinspirasi dari Jalan Tunjungan di Surabaya. Juga ada “She and the Light Bearer”, game dengan narasi puitis yang mengambil inspirasi dari mitologi Dewi Pertiwi.
Beberapa waktu lalu, tim Gizmologi sendiri telah menyoroti percakapan dengan Sarah Johana, yang juga merupakan bagian dari Toge Productions, terkait peran perempuan dan peluang berkarir dalam industri game di Indonesia. Gizmo friends bisa menyaksikannya lewat episode Gizmotalk pada halaman ini.
Hindia Jadi Salah Satu Sosok Inspiratif di Kampanye Apple
Sementara itu, pada kampanya Here’s to the Dreamers, Apple menampilkan lima kreator Asia Tenggara yang masing-masing memiliki latar kreatif berbeda. Di mana salah satunya termasuk Hindia, yang hadir sebagai figur populer dalam industri musik, dikenal dengan kemampuannya untuk gabungkan narasi personal dengan komentar sosial dalam musiknya.
Hindia sendiri pertama kali debut pada kancah musik Tanah Air sebagai vokalis dari .Feast, sebuah band bergenre rock alternatif. Namun begitu, ia juga berkreasi sebagai solois, dan sudah merilis sejumlah album yang menuai pujian kritis berkat kerentanannya dalam membahas beragam topik berbeda. Mulai dari kehidupan pribadinya, sampai isu sosial yang sedang terjadi di Indonesia.
Selain Hindia, juga ada Joy Ngiaw dari Malaysia yang telah berkontribusi dalam salah satu film pendek orisinil Apple yakni “Blush”, TangBadVoice asal Thailand sebagai seorang rapper sekaligus berkecimpung dalam dunia fotografi, Kuok Meng Ru asal Vietnam yang berhasil mendirikan platform musik untuk komunitas, dan Nguyễn Khánh Duy dari Singapura sebagai art director.